Limbah B3 Jenis Oli bekas sangat berbahaya jika tidak tertangani dengan baik dan akan sangat merusak lingkungan jika Oli bekas langsung bersetentuhan dengan badan tanah. Dari hal tersebut saya ingin memberi informasi tentang bagaimana cara memanfaatkan limbah bahan berbahaya beracun (B3) jenis Oli bekas menjadi bermanfaat dan tidak merusak lingkungan dan saya mengutip dari beberapa sumber tentang manfaat Oli bekas
1. Sebagai Bahan Pembakaran
Oli merupakan salah satu hasil olahan minyak bumi sama seperti solar,
minyak tanah, premium, dll. Hanya bedanya oli memiliki oktan yang
paling rendah sehingga, meninggalkan ampas yang lebih banyak. Karena
merupakan hasil olahan minyak bumi, oli juga memiliki sifat dapat
terbakar atau membakar. Oli bekas dapat digunakan sebagai bahan
pembakaran pada kayu bakar.
Sering kita temui pula pada masa sekarang ini masih banyak orang yang memasak menggunakan kayu bakar. Biasanya, mereka akan menggunakan minyak tanah yang harganya cukup mahal untuk membakar kayu tersebut. Namun, jika memanfaatkan oli bekas, biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit. Selain itu oli yang memiliki oktan rendah pun dapat terbakar dalam waktu yang cukup lama.

Sering kita temui pula pada masa sekarang ini masih banyak orang yang memasak menggunakan kayu bakar. Biasanya, mereka akan menggunakan minyak tanah yang harganya cukup mahal untuk membakar kayu tersebut. Namun, jika memanfaatkan oli bekas, biaya yang dikeluarkan jauh lebih sedikit. Selain itu oli yang memiliki oktan rendah pun dapat terbakar dalam waktu yang cukup lama.
2. Pelumas Rantai
Kembali kepada fungsi oli pada awalnya yaitu sebagai pelumas mesin.
Setelah menjadi ampas pun oli tidak akan kehilangan kemampuannya sebagai
pelumas. Namun berbeda kali ini, jangan gunakan oli bekas untuk kembali
melumasi mesin kendaraan anda. Tapi gunakan oli bekas untuk melumasi
rantai roda dan gear pada kendaraan anda, sehingga baik rantai ataupun
gear tidak akan cepat aus. Tapi, gunakan oli bekas yang sekiranya
terlihat masih cukup baik, menggunakan oli bekas yang sudah benar-benar
sudah rusak justru dapat membahayakan kondisi rantai dan gear.
3. Pengobatan Pada Hewan Ternak
Mungkin penggunaan oli bekas sebagai pengobatan pada hewan ternak
bukan hal yang baru lagi dikalangan para peternak. Pemanfaatan oli bekas
dalam bidang pengobatan ini dapat meminimalisir biaya yang harus
dikeluarkan oleh para peternak. Lalu bagaimana cara pemanfaatannya?
Penyakit yang dapat disembuhkan oleh oli bekas ini adalah penyakit kudis
atau scabies, yang disebabkan organisme bernama sarcoptis scabei.Kudis pada ternak diobati dengan cara mengoleskan oli bekas pada bagian yang terkena kudis. Pada suatu penelitian, seekor kambing yang diobati dengan oli bekas di hari ke-28 kudis menghilang dan mulai hari ke-63 kambing tampak kulit kambing tersebut kembali seperti sebelum terkena kudis, hasil penelitian Manurung et al. (1992. Sejatinya oli tetap mengandung beberapa senyawa kimia bermanfaat pada ampasnya, salah satunya adalah sulfur. Senyawa ini bekerja dengan cara memblokir proses oksidasi fosforilasi pada suatu organisme parasit.
4. Bahan Bakar Mesin Diesel
Sering kita jumpai beberapa orang menjual oli bekas ke
bengkel-bengkel yang ada dipinggir jalan. Jangan salah paham dulu,
oli-oli bekas tersebut bukan berarti akan direkondisi dan dikemas ulang
seperti baru. Oli-oli bekas tersebut biasanya digunakan untuk membahan
bakari mesin diesel atau mesin jenset yang mereka punya. Penggunaan oli
bekas untuk mesin diesel tentunya menghemat energi dan biaya. Selain
harganya yang murah, oli bekas ini pun dapat digunakan lebih lama pada
pembakaran mesin diesel (alias irit BBM).
5. Pengawet Kayu
Oli bekas juga dapat digunakan untuk mengawetkan kayu, hal ini
terkadang dilakukan oleh beberapa industri mebel rumahan dalam menjaga
stoknya yang kurang laku agar tidak lapuk atau hancur dimakan rayap.
Caranya, cukup mencampur oli bekas dengan solar dengan perbandingan yang
sama (misal sama-sama 1 liter). Lalu, dioleskan pada bagian kayu secara
merata, biarkan mengering. Lebih baik digunakan saat kayu masih basah,
namun dapat juga saat kayu sudah kering. Kayu akan lebih tahan lama,
bebas rayap, dan tahan gempuran cuaca.
6. Penghilang Karat Pada Knalpot
Selain sebagai pelumas pada rantai maupun gear, oli bekas acap kali
digunakan untuk menghilangkan karat pada knalpot motor. Karat pada
knalpot merupakan sesuatu yang sangat berbahaya yang sewaktu-waktu dapat
mengakibatkan knalpot bocor dan sistem pembuangan terganggu. Hal yang
akan sangat terasa ketika knalpot bocor adalah suara dari knalpot yang
berubah menjadi lebih bising.Oleh karena itu, agar karat tidak menggerogoti knalpot, kita bisa menggunakan oli bekas. Caranya, panaskan mesin hingga beberapa menit atau bisa hingga knalpot mulai terasa hangat, kemudian oleskan oli bekas pada bagian yang berkarat di knalpot. Oli bekas tersebut akan bereaksi dengan temperatur panas dari knalpot, hasilnya karat akan meleleh dengan sendirinya.
7. Lahan Bisnis
Melihat berbagai macam manfaat yang ada, membuat beberapa orang
memutuskan untuk membuka lahan bisnis melalui oli bekas ini. Walaupun
terkadang tidak semua bisnis dilakukan secara bersih, masih ada beberapa
oknum yang merekondisi ataupun mengoplos oli bekas ini dengan oli baru
atau senyawa lain.Namun diluar semua itu, bisnis oli bekas yang sejatinya masih kaya manfaat ini memang sedikit menjanjikan. Satu-satunya cara membedakan oli baru atau tidaknya, cukup dengan melihat kekentalan dan warnanya, jadi cobalah lebih care saat teknisi sedang mengganti oli mesin kita.
0 komentar:
Posting Komentar